Open top menu
Monday, December 16, 2013
Dewa Dewi dan Mitologi  Yunani



Bangsa Yunani kaya akan mitologi -- cerita tentang para dewa, dewi, pahlawan dan musuh mereka.
Kebanyakan mitologi Yunani di ketahui dari syair Momerus dan buku Hesiod, Theogeny. Keduanya berasal dari sekitar 700 SM.

Theogeny mengisahkan permulaan Bumi, yaitu saat Gaia, dewi Bumi, muncul dari kekacauan dan melahirkan Uranus, raja langit.
Anak-anak Gaia dan Uranus disebut Titan, dipimpin oleh Kronos.
Kronos menikahi saudara perempuannya yang bernama Rhea. Anak-anak mereka yang dipimpin Zeus, memberontak melawan Titan untuk menjadi dewa tertinggi baru, yang disebut Olympia.

Olympia diduga hidup di gunung Olympus, termasuk dewa-dewi Yunani yang paling terkenal seperti Apollo dewa petir, Demeter dewi panen, Artemis dewi bulan, dan Dionysius dewa anggur.
Pahlawan Yunani kebanyakan adalah pahlawan dari masa Perang Troya atau sebelumnya.



Pahlawan pada masa awal antara lain jason, yang memimpin Argonaut (awaknya) dalam mencari Bulu Domba Emas yang terkenal, dan Theseus yang membunuh minotaur.
Pahlawan perang Troya antara lain Achilles dan Odysseus.
Pahlawan terhebat adalah Heracles yang super kuat. Bangsa Romawi menyebutnya Hercules.

Ini adalah Hermes pembawa pesan berkaki sayap
Read more
Katak nakal mengerjai tikus (dongeng dari Nigeria)



Suatu hari, katak sedang berjalan-jalan seorang diri. Ia melihat tikus berjalan menghampirinya.

    "Itu tikus yang bodoh. Aku akan mengerjainya, hihihi...." kata katak dalam hati.

    "Selamat pagi Tuan Tikus. Kau nampak segar bugar hari ini?" sapa katak.

    "Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?" jawab tikus.

    "Ah, aku juga sedang santai saja nih. Jika engkau tidak sibuk, bagaimana kalau kita main bersama," kata katak.

    "Baiklah, aku tidak sibuk," kata tikus.

Mereka pergi bersama. Katak melompat-lompat dan tikus berjalan. Katak hendak melakukan ulah nakalnya.

    "Biarlah aku ikat salah satu kaki depanmu ke salah satu kaki belakangku. Jadi, engkau tidak akan tertinggal," kata katak.

    "Baiklah," jawab tikus.

Katak mengambil akar dan mengikat kaki depan tikus. Lalu, mengikatkan ke kaki belakangnya. Jadi, saat katak melompat, tikus harus ikut melompat. Mereka tertawa bersama-sama.
Awalnya mereka pergi ke ladang gandum. Katak memakan serangga dan tikus memakan gandumnya. Lalu, katak mengajak tikus ke sebuah kolam. Ia hendak melompat ke kolam. Tikus pun berteriak ketakutan.

     "Jangan masuk ke dalam kolam, Tuan Katak! Kau tahu aku takut air," pinta tikus.

Tapi, katak tertawa senang dan berkata, "Kau jarang mandi. Kau harus mandi hari ini!"
Tikus mencoba melepaskan diri. Tapi, katak hanya tertawa. Saat katak melompat, seekor elang datang menyambar tikus. Karena terikat dengan tikus, katak pun terbawa dan ikut dimakan elang.
Akhirnya, matilah keduanya.


Mendengar nasib katak dan tikus, binatang-binatang lain berkata, "Itu balasan bagi katak yang hendak mengerjai tikus."


Pesan moral : Jangan jadi anak yang jahil dan suka mengerjai orang lain. Sebab, kamu akan rugi dan dimusuhi banyak teman. Selain itu, jangan bermain permainan yang berbahaya. Sebab, kamu bisa celaka.    
Read more
Sunday, December 15, 2013
Pteranodon - Raksasa Cakrawala (bagian 1)



Pteranodon berarti sayap tak bergigi atau penerbang tanpa gigi.
Pteranodon hidup sekitar 85 sampai 86 juta tahun yang lalu, yaitu pada periode Cretaceous. Fosilnya ditemukan di seluruh dunia. Banyak yang ditemukan di utara Amerika, tempat yang dulunya merupakan samudera luas.

Panjang rentang sayap Pteranodon mencapai 9 meter, tapi beratnya hanya sekitar 20 kg. Panjang mahkota kepalanya mencapai 90 senti.
Seperti burung zaman sekarang, tulang-tulang Pteranodon kosong supaya ringan. Tubuhnya diselimuti bulu agar tetap hangat.
Sayapnya terbuat dari kulit tipis yang terentang diantara tubuh, tangan, dan jarinya, sama seperti sayap kelelawar.

Di darat Pteranodon berjalan dengan tangan dan kaki, sementara sayapnya ditekuk ke belakang.
Kelingkingnya sebenarnya adalah jarinya yang paling panjang, sebab membentang dari tangan sampai ujung sayap.
Mahkota Pteranodon jantan lebih besar daripada yang betina.

Perilaku Pteranodon mirip dengan burung zaman sekarang. Pteranodon membangun sarang dan mengerami telurnya, meskipun penemuan baru-baru ini membuktikan telurnya berlapis kulit, dan tidak berkulit keras seperti telur burung. Kemungkinan Pteranodon memperlakukan anak-anaknya seperti burung laut sekarang ini.



Meskipun Pteranodon dapat terbang seperti burung dengan cara mengepakkan sayap, ia menghabiskan sebagian besar waktunya di udara, menunggang aliran udara untuk menghemat energi. Sama sepeti burung laut, ia mencari gerombolan ikan dan menciduknya sambil terbang rendah di bawah permukaan air. Ilmuwan menduga Pteranodon mempunyai kantong di bawah paruhnya, mirip pelikan.

Pada hari-hari cerah, sebagian laut dan darat hangat oleh panas matahari. Daerah-daerah yang gelap cenderung menyerap lebih banyak panas. Udara di atas daerah tersebut jadi hangat dan mulai naik. Aliran udara yang naik ini disebut "termal".
Burung-burung berbadan besar, seperti albatros dan burung pemakan bangkai, mengetahui aliran udara ini. Mereka memanfaatkan termal untuk melesat naik dengan cara berputar. Pteranodon mungkin melakukan hal serupa.


** Periode Cretaceous adalah periode antara 146 juta dan 65 juta tahun yang lalu.
** Pterosaurus nama umum untuk reptil terbang, yang artinya "reptil bersayap"
Read more
Saturday, December 14, 2013
Fakta Perang Dunia I


Perang Dunia (PD) I (1914-1918), Perang Besar, membunuh 10 juta tentara dan melibatkan banyak negara.
Penyebab perang ini adalah persaingan ketat antara kekuatan di Eropa awal tahun 1900-an. Sedangkan pemicunya adalah terbunuhnya Franz Ferdinand di Sarajevo, Bosnia pada 28 Juni 1914, sehingga Austria menyatakan perang terhadap Serbia dan kemudian Rusia datang membantu Serbia. Jerman menyatakan perang terhadap Rusia dan sekutu Rusia, yaitu Prancis yaitu pada 3 Agustus.

Jerman punya rencana rahasia (the "Schlieffen plan") untuk menyerbu Prancis -- dilakukan pada 4 Agustus.
Setelah berhasil menaklukkan Prancis, seperti yang diharapkan, mereka menyerang hingga ke Utara melalui Belgia yang tidak memihak siapa pun. Kekejaman Jerman terhadap Belgia mendorong Inggris untuk ikut perang.

Setelah menduduki Prancis, Jerman menyerang Inggris dan sekutunya. Pihak tentara musuh menggali parit pertahanan--dan tinggal berhadapan satu sama lain dalam lokasi yang sama selama empat tahun peperangan. Garis parit yang disebut Front Barat, terbentang dari terusan Inggris hingga Swiss.


Selain Front Barat, terbentuk juga Front Timur dimana Blok Sentral menghadapi Rusia. Front ini mengalami masalah. Kematian jutaan orang Rusia memancing Revolusi tahun 1917, yang menyebabkan Rusia mundur dari medan perang.

Di pegunungan Alpen, Blok Sentral berhadapan dengan Italia, sementara Gallipolli-Turki, tentara Inggris dan Anzac (Australia dan Selandia Baru) berperang melawan Turki.

Pihak Sekutu bersandar pada bantuan Amerika Utara, sehingga pihak Jerman menggunakan kapal selam untuk menyerang kapal bantuan itu di Lautan Atlantik. Tenggelamnya kapal Lusitania pada Mei 1915 yang menelan 1.198 korban jiwa, diantaranya 128 awak Amerika mendorong Amerika untuk ikut terlibat dalam perang melawan jerman tahun 1917.

Tahun 1918, terdapat 3-5 juta orang Jerman di Front Barat dan pada bulan Maret, mereka berhasil bergerak ke Paris.
Bulan Juli, tank Inggris mengalahkan Jerman di Amiens.
Sekutu memblokade wilayah laut, akibatnya terjadilah kelaparan di Jerman. Dengan semakin banyaknya pasukan Amerika yang mendarat, Jerman menjadi terdesak mundur. Pada 11 November 1918 pukul 11.00, Jerman menandatangani persetujuan gencatan senjata.




***Parit perlindungan digali untuk melindungi pasukan dari tembakan musuh, tapi kemudian menjadi lubang berlumpur yang penuh air, tikus dan penyakit. Di tempat itulah prajurit menghabiskan waktunya untuk makan, tidur dan berjaga-jaga dalam lumpur yang semata kaki. Para prajurit harus selalu bersiaga karena sewaktu-waktu mereka bisa diperintahkan atasannya untuk "naik ke puncak" -- memanjat parit dan maju ke garis pertahanan musuh. Sekali prajurit itu keluar dari parit perlindungan, tak ada lagi yang bisa melindungi tubuh mereka dari serangan musuh dan akan dengan cepat menemui ajal. Jutaan prajurit dari kedua belah pihak meninggal dengan cara ini. Pada 1 Juli 1916, 19.000 tentara Inggris terbunuh hanya dalam beberapa jam dalam pertempuran Somme. Hanya dalam waktu empat bulan, pertempuran ini telah membunuh 600.000 tentara Jerman, 400.000 tentara Inggris, dan 200.000 tentara Prancis -- sekutunya hanya berjarak 7 km dari medan pertempuran itu. Kondisi medan perang dalam parit perlindungan itu terungkap melalui surat dan puisi yang ditulis para prajurit, seperti Siegfrid Sasson dan Wilfred Owen kepada keluarga mereka.
Read more