Open top menu
Saturday, December 14, 2013
Rubah di dalam sumur (dongeng Yunani)



Suatu hari, rubah jatuh ke dalam sumur. Untunglah ia bisa berpegangan pada akar yang tumbuh di dinding sumur. Jika tidak, rubah pasti tenggelam dalam air sumur.
Tidak lama kemudian, serigala lewat di dekat sumur itu dan melihat rubah di dalamnya.

    "Hai rubah, bagaimana bisa kau jatuh ke dalam sumur?" tanya serigala.

    "Ah, tidak, aku sengaja masuk ke dalam sumur", jawab rubah.

    "Apa maksudmu?" tanya serigala lagi.

    "Saat ini, seluruh negeri sedang dilanda kekeringan. Sumur ini adalah satu-satunya sumber air yang bisa mengobati rasa haus ribuan binatang di sekitar sini. Para binatang telah mengadakan pertemuan. Mereka memintaku untuk menahan air sumur agar tidak turun kebawah. Jadi, aku kini sedang melakukan tugas," kata rubah panjang lebar.
   
    "Apa hadiah yang engkau dapatkan?" tanya serigala.
   
    "Mereka akan memenuhi seluruh kebutuhanku. Aku tidak lagi harus berburu. Mereka akan memberiku persediaan daging yang banyak, terutama untuk musim dingin. Lagipula, aku hanya melakukan tugas ini sebentar. Para binatang sedang membuat tanggul untuk menahan air sumur. Sebentar lagi mereka datang," jawab rubah.


   
    "Hai rubah, bolehkah aku menggantikan tugasmu? aku juga ingin dapat hadiah daging," kata serigala yang sudah tertipu kata-kata rubah.
   
    "Tentu saja," kata rubah. "Tapi kau harus mengambil tali untuk mengeluarkanku, baru kau bisa menggantikanku," kata rubah.
   
Setelah itu, serigala mengambil tali dan megeluarkan rubah dari dalam sumur. Lalu, ia pun masuk ke dalam sumur dan bergantungan di akar.
Sesampainya di atas sumur, rubah membuang talinya dan tertawa, "Tuan serigala yang baik, kau bisa tinggal disana sampai kiamat."
Rubahpun pergi dan serigala hanya bisa marah karena sudah ditipu rubah.



Pesan moral : Jangan mudah terpengaruh oleh rayuan dan janji yang berlebihan dari orang lain. Jadi berhati-hatilah, sebab bisa membahayakan diri sendiri.
Read more
Friday, December 13, 2013
Yamato - kaisar  pertama



Tanda-tanda tertua pertanian di Jepang ada sejak 300 SM. Tapi Jepang telah ditempati lama sebelumnya.
Penduduk pertama yang diketahui tinggal di Jepang adalah Ainu atau Ezo, bertubuh pendek, berbulu, berkulit kuning langsat. Beberapa orang Ainu masih ada di Jepang bagian Utara.

Pada 250 SM, suku Yayoi mendominasi Jepang. Mereka menggunakan besi dan perunggu.
Pada tahun 167, seorang pendeta wanita, Himiko, menyatukan Jepang di bawah kekuasaannya.
Himiko mengirim perwakilannya ke China untuk mencari dukungan, dan mengambil banyak pemikiran bangsa China.

Dari tahun 200-645, suku Yamato mendomonasi Jepang. Yamato menaklukkan Korea dan menjadi kaisar pertama.
Hingga sekarang, kaisar-kaisar Jepang menyatakan bahwa mereka keturunan Yamato. Bangsa Yamato sendiri menyatakan mereka keturunan dewi Matahari Shinto, Amaterasu.

Shotoku Taishi (574-622) adalah seorang wali muda Kaisar Suiko. Dia mengatur Jepang dengan gaya pemerintahan China dan menyebarkan ajaran Buddha dan Konfusianisme.
Shinto atau "jalan dewa" menjadi agama bangsa Jepang sejak zaman pra-sejarah. Nama Shinto diberikan pada abad ke-6, untuk membedakannya dari agama Buddha dan Konfusius.
Read more
Diplodocus - Dinosaurus ekor panjang (bagian 2 - habis)




Untuk hewan berukuran raksasa, kepala Diplodocus bisa dibilang kecil. Meskipun panjang lehernya mencapai 6 meter, Diplodocus tidak bisa mengangkat kepalanya lebih tinggi daripada punggungnya.

Diplodocus kemungkinan besar menghabiskan sebagian besar waktunya dengan memakan tumbuhan paku dan pepohonan muda yang pendek.
Di sepanjang tulang lehernya yang kosong terdapat kantong-kantong udara. Kantong udara ini berhubungan dengan paru-paru dan dapat ditiup seperti balon. Kantong ini membuat leher Diplodocus lurus dan kaku.

Ekor Diplodocus sangat panjang dan terdiri atas 80 tulang. Sebutannya, yaitu "Double Beam", diambil dari tulang-tulang di bagian bawah ekornya. Tulang-tulang ini (yang juga disebut chevron -- tanda pangkat) berpasang-pasangan dan tampak seperti kasau. Menurut para ilmuwan, chevron itu membantu Diplodocus berdiri pada kaki belakangnya. Chevron itu melindungi ekornya saat menopang tubuh sang dino.

Tulang-tulang yang telah menjadi fosil bukanlah satu-satunya yang memberi kita petunjuk bagaimana dinosaurus hidup. Kadang-kadang fosil jejak kaki juga ditemukan. Jejak kaki sauropod seperti Diplodocus, menunjukkan bahwa mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam kawanan.

Diplodocus remaja ditempatkan di tengah-tengah, dilindungi para Diplodocus dewasa. Titanosaurus, kelompok sauropod lainnya meletakkan telur mereka di lokasi-lokasi sarang yang besar. Kawanan Diplodocus kemungkinan bertelur dengan cara yang sama. Telur sauropod ukurannya besar. Fosil telur sauropod panjangnya 30 cm lebarnya 25 cm. Telur itu sangat keras. Ketika dikeluarkan dari tubuh induknya, sebutir telur akan jatuh dari ketinggian 2,5 meter ke permukaan tanah.




*** Diplodocus memiliki leher panjangnya jerapah, tubuh raksasa dan kaki kuatnya gajah, dan untuk mengimbangi lehernya, ia memiliki ekor yang menyerupai ekor kanguru.
Read more
Thursday, December 12, 2013
Mesir Awal


Saat banyak kota di Mesopotamia berkembang, Mesir sedang membangun fondasi perkotaan bagi bangsa besar pertama.
Sejak 5000-3300 SM, para petani di Sungai Nil bersatu membuat kanal untuk mencegah banjir tahunan yang melanda Sungai Nil dan juga untuk mengairi sawah. Pada 3300 SM, desa para petani di Nil telah tumbuh menjadi perkotaan. Raja-raja kaya dan berkuasa dikubur di kuburan berbentuk kotak yang terbuat dari lumpur keras, yang disebut mastaba.

Orang Mesir kota mulai mengolah tembaga dan batu, membuat pot bunga yang dicat, menenun keranjang, dan menggunakan alat pembuat keramik.

Mesir Kuno dibagi jadi dua kerajaan : Mesir Atas dan Mesir Bawah yang terletak di Delta Sungai Nil. Pada 3100 SM, Menes, Raja Mesir Atas, menaklukan Mesir Bawah untuk menyatukan dua kerajaan itu. Walaupun begitu, raja di Mesir selalu disebut Raja Mesir Atas dan Mesir Bawah.

Menes menemukan sebuah ibukota untuk menyatukan Mesir di Memphis.
Dengan Menes, Dinasti I Mesir -- keluarga pertama dari raja-- dimulai. Masa Dinasti I dan II yang bertahan sampai 2649 SM dikenal dengan Periode Arkhaik.




Setelah periode Arkhaik berakhir, muncullah Kerajaan Tua (2649 - 2134 SM), yang mungkin merupakan era terbesar dalam kebudayaan Mesir.
Para pengrajin membuat barang bagus, para cendekiawan mengembangkan cara menulis, sistem kalender, serta mempelajari astronomi dan matematika.
Cendekiawan dan pemimpin agama terbesar adalah imhotep, menteri dari Raja Zoser (2630 - 2611 SM). Imhotep adalah arsitek piramida besar pertama, yaitu Piramida Step di Sakkara.
Read more