Open top menu
Tuesday, January 14, 2014
Satu buah banyak manfaat (dongeng dari India)



Di sebuah desa di India, ada seorang saudagar kaya. Walaupun ia hidup bergelimang harta, sutapi ia sangat kecewa pada anaknya yang pemalas dan bodoh.

Suatu hari, istrinya datang menemuinya dan berkata,

     "Suamiku, anak kita sudah cukup dewasa untuk menikah. Ia sudah berubah sekarang. Ia tidak malas lagi. Ia juga anak yang pintar."
   
Tapi, saudagar tidak mempercayai kata-kata istrinya yang memang selalu membela anaknya.

     "Kau selalu membela anakmu. Tapi baiklah, untuk memuaskanmu, aku akan menguji anak kita. Berikan padanya uang satu rupee dan suruh ia pergi ke pasar membeli satu barang yang bisa dimakan, satu barang yang bisa diminum, dan satu barang yang bisa ditanam," kata saudagar.
   
Istri saudagar segera memberikan tugas itu pada anaknya.

     "Bagaimana aku bisa membeli semua barang itu dengan hanya satu rupee?" pikir anak saudagar.
   
Saat berjalan di pasar dengan wajah bingung, ia bertemu dengan gadis anak seorang pandai besi.

     "Apa yang merisaukan hatimu?" tanya si gadis.
   
Anak saudagar pun menceritakan tugas yang diberikan ayahnya.

     "Ah, itu mudah. Kau belikan saja semangka," kata si gadis.
   
     "Selain bisa dimakan dan dikunyah, semangka mengandung banyak air dan bijinya bisa ditanam."
   
Anak saudagar melakukan apa yang dikatakan si gadis dan membawa semangka kepada ayahnya. Saudagar kaget dengan kecerdikan anaknya.

    "Sebenarnya anak perempuan pandai besi yang menyuruhku membeli semangka," kata anak saudagar.
   
Akhirnya, saudagar menikahkan anaknya dengan anak perempuan pandai besi. Sejak saat itu, mereka hidup lebih bahagia. Lalu, anak saudagar mau bekerja dengan keras.



Pesan moral: Jadilah anak yang cerdik dan pintar. Bagaimana caramu agar menjadi cerdik dan pintar? Ya, tentu saja dengan belajar dengan rajin dan banyak membaca.
Read more
Sunday, January 12, 2014
Zaman Khalifah


Khalifah adalah penguasa Islam. Kata khalifah berarti "pengganti", dan mereka semua ditetapkan menjadi pengganti Nabi Muhammad SAW setelah beliau wafat tahun 632.

Khalifah pertama adalah ayah mertua Nabi Muhammad SAW, Abu Bakr. Setelah itu dilanjutkan oleh Umar, Uthsman, dan Ali.
Empat khalifah pertama disebut Rasyidin (sempurna) karena mereka adalah khalifah yang diterima semua orang.

Ketika Ali meninggal, tahun 661, Islam terpecah karena perang sipil. Kaum Syi'ah, memandang Ali hanya sebagai pengganti, Imam dan pemimpin. Kebanyakan orang Muslim mengikuti keluarga Bani Umayyah, yang menjadi khalifah di Damaskus.

Khalifah Bani Umayyah ke-14 meluaskan Kekaisaran Islam dengan menaklukkan sepanjang Afrika Utara dan Spanyol. Tapi ternyata wilayah itu terlalu besar untuk ditangani.



Pada tahun 750 khalifah Bani Umayyah terakhir, Marwan II dikalahkan dalam pertempuran di bantaran sungai Great Zab oleh pesaing mereka Abbasiyah keturunan dari paman Nabi Muhammad.

Khalifah Abbasiyah ke-38 memindahkan fokus mereka ke arah timur dan membuat ibukota baru di Baghdad, yang dengan cepat menjadi kota terkaya di dunia.
Di bawah Abbasiyah Islam menjadi terkenal atas ilmu pengetahuan dan keseniannya, terutama selama masa Harun al-Rashid.

Seorang Umayyah melarikan diri untuk membangun khalifah tandingan di Spanyol (756-1031).
Keturunan anak perempuan Nabi Muhammad, Fatimah, menjadi khalifah di Mesir, membangun kota besar Kairo.


Di bawah khalifah Abbasiyah, para seniman Islam membuat lantai keramik dan barang pecah belah yang indah.
Read more
Friday, January 10, 2014
Dua bersaudara yang saling mengasihi (dongeng dari Korea)



Di sebuah desa di Korea, hiduplah dua bersaudara yang saling mengasihi. Walaupun masing-masing sudah menikah dan punya rumah sendiri, mereka tetap saling memerhatikan.

Mereka masing-masing memiliki sepetak sawah warisan dari orangtua mereka. Saat musim gugur tiba, panen mereka selalu melimpah.

Suatu malam pada musim gugur, sang kakak berpikir,


    
     "Adikku saat ini sedang banyak pengeluaran karena baru menikah. Aku akan meletakkan satu karung beras di lumbungnya diam-diam. Dia pasti tidak akan menerima jika aku menawarkannya lebih dulu."
   
Malam itu, sang kakak membawa sekarung beras dan diam-diam meletakkannya di lumbung adiknya.

Keesokan harinya, saat memeriksa lumbungnya sendiri, sang kakak kaget karena jumlah karung beras di lumbungnya tidak berkurang.
  
     "Aneh sekali. Aku yakin telah memberikan satu karung untuk adikku. Kenapa jumlahnya tidak berkurang?" pikirnya kebingungan.
   
Malamnya, ia kembali membawa sekarung beras dan meletakkannya di lumbung adiknya. Tapi, esoknya, kejadian serupa berulang. Jumlah karung di lumbungnya tetap tidak berkurang.

Malamnya, sang kakak kembali membawa satu karung beras ke lumbung adiknya. Saat itu, bulan purnama, di tengah jalan ia melihat seorang laki-laki berjalan ke arahnya sambil memanggul karung.
Ternyata orang itu adalah adiknya.

    "Kakak, kau mau kemana?" tanya sang adik.
   
    "Kau? kau bawa apa?" tanya kakaknya.

   
Mereka tertawa bersama-sama. Itulah mengapa jumlah karung beras di lumbung masing-masing tidak berkurang. Ternyata kakak dan adik sama-sama ingin memberikan sekarung beras.
Sungguh luar biasa rasa kasih sayang diantara kedua bersaudara itu. Mereka begitu saling perhatian satu sama lain.



Pesan moral : Sayangilah saudaramu. Kamu harus saling membantu karena saudaramu adalah segalanya bagimu. Saat semua orang tidak peduli kepadamu, saudaramu akan selalu ada untukmu.
Read more
Wednesday, January 8, 2014
Pakaian kuno manusia

Orang kuno mengenakan kulit binatang agar tetap hangat.
Tanda-tanda baju tenunan tertua adalah tanda di tanah liat di Pavlon, Cekoslowakia, 26.000 tahun lalu.
Kita mengetahui tentang pakaian kuno yaitu berasal dari ves, patung dan lukisan dinding. Meski warnanya sudah memudar, dari lukisan-lukisan yang ada di kota Pompeii Romawi, yang diawetkan di bawah abu vulkanik, kita dapat melihat bahwa pakaian kuno pada umumnya berwarna-warni.

Pakaian tertua yang bisa diselamatkan adalah dari kuburan orang Mesir, 5000 tahun yang lalu.
Warna biru tua indigo yang berasal dari tanaman indigo, ditemukan pada pakaian orang Mesir yang dikenakan 4.400 tahun lalu.

Ungu Tyrian adalah bahan celupan ungu yang pada zaman kuno bernilai tinggi. Warna ini berasal dari Tyre (Lebanon Modern) dan dibuat dari siput Purpura dan Murex.

Orang-orang seperti orang Mesir kuno biasanya mengenakan alas kaki sederhana atau sepatu yang terbuat dari papirus atau kulit. Tapi pemain drama Yunani Aeschylus konon telah menemukan alas sepatu dengan hak 8 cm.

Wanita Minoa dari 3.500 tahun yang lalu, yang tidak lazim pada masa lampau, sudah mengenakan baju berpinggang ketat. Bagian dada mereka juga biasanya terlihat.

Rakyat biasa Romawi mengenakan toga putih. Pinggiran baju mereka yang berwarna-warni menunjukkan status tertentu.
Para pejabat publik saat bekerja mengenakan toga dengan pinggiran berwarna ungu, yang disebut toga praetexta. Jenderal Romawi awal mengenakan toga yang dicelup warna ungu Tyrian. Sejak pemerintahan Augustus, hanya kaisar yang mengenakan toga ungu.


Pakaian orang Yunani sangat sederhana yaitu hanya beberapa lembar kain wol atau linen yang membungkus tubuh, digunakan sebagai tunik, gaun, atau jubah. Para pemuda mengenakan mantel pendek yang disebut chlamy di luar jubah yang pinggirannya dijahit lalu diikat di bahu. Wanita mengenakan jubah yang disebut chiton, terbuat dari kain persegi. Mereka mengenakan jubah yang lebih panjang, disebut himation.


Di Eropa bagian utara, orang Celtic mengenakan baju hangat, sebagian besar terbuat dari wol dan kulit yang dikeringkan. Wanita mengenakan gaun tebal dan penutup kepala. Pria mengenakan tunik panjang, legging (alas kaki), dan jubah.


Orang Mesir sebagian besar pakaian terbuat dari linen putih. Awalnya, pria mengenakan rok pendek berlipat, kemudian mereka mengenakan rok panjang yang melilit tubuhnya. Wanita Mesir awalnya mengenakan gaun seperti baju ketat. Setelah 1500 SM, pria dan wanita sama-sama mengenakan jubah longgar, terbuat dari kain persegi panjang.


Baju orang Romawi mirip dengan baju orang Yunani. Pria dan wanita mengenakan tunik yang disebut stola (wanita) atau tunica (pria). Warga Romawi diizinkan mengenakan kain hiasan, yang disebut toga, diatas tunik mereka.


Orang Persia kuno diduga sebagai orang pertama yang mengenakan celana panjang, 4000 tahun yang lalu, dengan bagian pergelangan kaki yang ketat.
Read more